Kamis, 31 Januari 2013

Puisi Sedih

Marilah sejenak berhenti
dan mulailah melukis hati dalam hujan
lalu kubisukan beribu kata
di gerimis sendu yang tak terkatakan



Sedihku galau yang remukkan hari
gelapkan langit di gelisah sepi
sampai ujung sayap-sayap letih
gemetar di pijakan tanpa bisa merintih

Bisakah ku muntahkan nyeri
tanpa menyisakan waktu dan harap samar-samar tenang
hanya kuhadirkan seribu gelisah yang bersuara lirih
“hidupku mungkin hanya akan mengenang”

Dalam nyanyian dawai sedih bimbang
bingungkan raga yang terbalut kaca rapuh di jendela jiwaku
lalu….
bagaimana senja yang kan tetap diamkan kisahku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar